Blitar Kota - Struktur bata kuno itu pertama kali ditemukan warga di area persawahan Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan pekan lalu. Setelah mendapat laporan tersebut, Rabu 28 April 2021, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan Kecamatan Sananwetan langsung melakukan peninjauan ke lokasi, serta berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.
Kepala Disparbud Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono mengatakan, setelah melakukan peninjauan, struktur bata kuno ini berjarak tidak jauh dari lokasi jambangan air yang ditemukan warga Oktober 2020. Sesuai laporan warga, struktur bata kuno itu muncul dipermukaan tanah usai banjir beberapa waktu lalu. Tri Iman menilai temuan ini termasuk bagian cagar budaya. Bata yang ditemukan memiliki lebar 23 cm dan panjang 33 cm. Jika dilihat dari ukuran dan strukturnya, bata bata itu mirip dengan yang ada di Candi Gedog.
Tri Iman menegaskan sudah berkoordinasi dengan BPCB Jawa Timur, dengan berkirim surat agar segera melakukan observasi. Mengingat lokasi temuan berada diarea yang sama dengan jambangan air yang saat ini masih berada ditengah area persawahan warga.
“Kemarin kami sudah bersurat ke BPCB Jawa Timur, agar segera dilakukan observasi,” jelas Tri Iman.
Sementara itu, jambangan air yang ditemukan warga Oktober 2020, memiliki lebar 1,2 meter dan panjang 1 meter. Benda yang diduga peninggalan kerajaan itu berada di area persawahan belakang STKIP PGRI Blitar. (Kir)
Berita Populer
by Administrator | 08 Jul 2021
by Administrator | 15 Feb 2021
by Administrator | 16 Apr 2021
by Administrator | 19 Mar 2021
by Administrator | 09 Jul 2021
by Administrator | 09 Jul 2021